Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tradisi

5 Permainan Rakyat yang Harus Kamu Saksikan Saat Traveling ke Sumbawa

Gambar
Sumbawa tak hanya terkenal dengan alamnya yang masih alami dan asri. Sumbawa memiliki permainan-permainan tradisional yang sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat Sumbawa. Awalnya permainan-permainan rakyat ini di adakan untuk memeriahkan moment-moment tertentu dalam masyarakat misalnya moment mulainya musim tanam padi, momen menyambut musim kemarau, moment menunggumasa panen, hingga moment setelah panen. Masyarakat merayakan dengan permainan-permainan yang selanjutnya menjadi tradisi yang meiliki daya tarik karena keunikan dan keseruan serta nilai-nilai yang terkandung dalam permainan rakyat ini. Tentu saja di mata para wisatwan baik domestik maupun mancanegara ini adalah sesuatu yang unik dan segar yang harus disaksikan ketika berada di Sumbawa.  Apa saja Permainan /Event rakyat di Sumbawa yang tak boleh dilewatkan begitu saja? Mari kita mulai. 1. Barapan Kebo Secara bahasa Barapan Kebo artinya Karapan Kerbau. Sumbawa adalah salah satu daerah yang memiliki banyak...

Pacoa Jara dan Joki Cilik dari Bima

Gambar
Jangan bayangkan stadion pacuan kuda yang mewah dan pengamanan lengkap pada joki. Di sini pagar pemisah penonton dan lintasan hanya terbuat dari bambu sederhana. Riuh suara penonton meneriaki nama kuda jagoan mereka, beradu dengan derap kaki kuda, dan suara panitia dari pengeras suara. Podium penonton pun terbuat dari kayu. Joki kuda berumur kurang dari 11 tahun, dan yang paling mencengangkan kuda ditunggangi tanpa pelana. Rasakan adrenalin mengalir selama menyaksikan pacoa jara (pacuan kuda) tradisional Sumbawa. Selamat datang di Stadion Lembah Kara Dompu. Ketika engunjunjungi stadion ini sedang berlangsung semi final Pacoa Jara untuk memperingati HUT TNI. Di Dompu Pacoa jara diadakan empat kali dalam setahun, yaitu pada HUT Bhayangkari (polisi), Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, HUT TNI dan Hari Ulang Tahun Dompu. Setiap kejuaraan diadakan oleh Pemerintah Daerah Dompu, bekerja sama dengan Porbasi. Selain di Dompu, pacoa jara juga mengambil tempat di Bima, Sumbawa dan Lombok. ...

The Beauty of Sumbawa Barat

Gambar
Kabupaten Sumbawa Barat sebagai salah satu daerah dari sembilan kabupaten/kota yang berada pada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat terletak di ujung barat Pulau Sumbawa pada posisi 116o 42’ sampai dengan 117o 05’ Bujur Timur dan 08o 08' sampai dengan 09o07’ Lintang Selatan.  Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memiliki potensi destinasi wisata yang tak kalah indah dan menarik dari daerah lain. Mulai dari wisata bahari, pegunungan, adat istiadat sampai kuliner KSB punya ciri khas tersendiri. Sebut saja Danau Lebo, Desa Mantar, Pantai Yoyo, Tropical, Pulau kenawa, dan lainnya. Hanya saja masih kurang promosi dan pembenahan saja. Pelan-pelan saya yakin pariwisata KSB pelan-pelan akan mendunia dan menjadi destinasi yang diminati wisatawan.  Nah foto-foto di bawah ini adalah bukti bahwa Sumbawa Barat itu indahnya bukan hanya kabar saja melainkan keindahan yang nyata. Foto-foto ini adalah milik instagramers yang menggunakan hastag #KSB, #SumbawaBarat dan hastag nama-nama l...

Pesta Ponan

Gambar
Minggu pagi (10/2) masyarakat adat di desa Poto, dusun Bekat dan dusun Malili kembali melaksanakan tradisi tahunan mereka yaitu Pesta ponan.  Bukit Ponan yang dikelilingi oleh tiga dusun tersebut, menjadi pusat pelaksanaan pesta ponan ini. Antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai penjuru Tana Samawa (pulau sumbawa) ingin menyaksikan langsung puncak perayaan pesta ponan tahun ini. Suasana bukit Ponan yang biasanya sunyi, menjadi semarak. Mereka berkumpul di atas bukit, menuju beberapa makam, salah satu diantaranya adalah makam HM Gaffar atau lebih dikenal dengan Haji Batu. HM Gaffar, adalah tokoh sakti yang dihormati dan disegani warga sekitar bukit Ponan.  

Tradisi Dila Leman Sumbawa Barat di Bulan Ramadhan

Gambar
Sumbawabaratkab.go.id - Dila Leman adalah tradisi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat pada setiap moment ramadhan. Zaman dulu tradisi ini dilaksanakan dalam bentuk menyalakan penerangan dengan menggunakan lampu tradisional berupa pelita, diletakkan di depan rumah penduduk pada sepuluh malam terakhir dan setiap malam ganjil. Oleh orang tua kita pada zaman dulu, ini dilakukan untuk mengingatkan kita bahwa setiap malam ganjil adalah malam kesempatan buat umat muslim untuk bertemu dengan malam seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Bupati Sumbawa Barat, DR KH Zulkifli Muhadli SH.,MM, dalam setiap kunjungan safari ramadhannya di beberapa Kecamatan, menghimbau kepada seluruh Pemerintah dari tingkatan RT hingga Kecamatan untuk dapat mengaktifkan kembali budaya dila leman. Kyai Zul, menyampaikan bahwa tradisi ini mempunyai 2 manfaat buat kita umat muslim di Kabupaten Sumbawa Barat. Yang pertama, dengan aktifnya kembali budaya dila leman, masyarakat muslim akan diingatkan bahwa malam ters...