Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

NARELLE dan sebuah ketukan di pintu

Gambar
Perempuan itu,, semula ia duduk di beranda   mengenakan mantel ungu dengan sebuah payung   tergenggam di jemarinya yang lentik. Senyumnya begitu murni dengan deretan gigi putih seperti deretan tut piano tanpa warna hitam di sela-selanya,,,   Perkenalkan, namaku Narelle, Si Pembawa Payung   Suaranya cukup merdu meliuk, hingga daun-daun berjatuhan   bunga-bunga berguguran sebelum waktunya, ranting patah sebelum mengering   Hujanpun turun dengan lebatnya, meruntuki kepala, juga genting dan   atap rumah. Pohon-pohon dan papan iklan tumbang   menimpa siapapun yang hendak tengadah di bawahnya   Kapal-kapal hilang haluan dan kandas, Perahu-perahu berserakan,   juga rumah-rumah di gigir pantai yang tersusun dari pilar   kesetiaan hari-hari. Bukit-bukit longsor menelan   perkampungan. Air bah menyapu harapan. Tubuh-tubuh, sebagian kaku dan sisanya menggigil putus asa  

Dodo Rinti (Sebuah Puisi)

Gambar
Puisi Oleh Paox Iben Masihkah kau terjaga seperti biasanya, Rin pada malam-malam yang sebentar lagi luruh menjatuhkan subuh menyibak semusim bayangan pada separuh dunia yang melaju penuh karat ini? 70.000 ha hutan di kepalamu berpijar cahaya pagi menari di atas ratapan serangga juga hewan-hewan liar yang kebingungan bermigrasi, daun-daun melepuhkan serapah juga untaian padi yang sebentar menguning dan akan semakin terbiasa lagi mengebiri nasib para petani, semua tergambar jelas  pada sisa kopi dalam cangkirmu . Apakah semua itu juga akan kau tuangkan  dalam lembar-lembar cerita di depan kelas pagi ini, Rin? Apakah mereka sempat bertanya atau bertepuk tangan saat traktor-traktor dengan roda setinggi manusia dewasa itu melaju, membabat pohon-pohon dan mengeruk berjuta matrix ton biji tanah tanpa sedikitpun menyisakan sebidang harapan untuk dikenali, Rin? Ah,  Anak-anak pasti terbiasa, sebab mereka telah menggambarnya berkali-kali di atas meja atau ...